Pengendalian dan Pencegahan Karies Gigi


    Prinsip pengendalian dan pencegahan karies gigi bertujuan untuk menjaga struktur gigi dan mencegah kerusakan gigi lebih lanjut. Pengobatan karies gigi perlu mempertimbangkan ada tidaknya kavitasi serta luas jaringan yang telah mengalami kerusakan.

Karies gigi tanpa adanya kavitasi umumnya hanya memerlukan tindakan remineralisasi dan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi gula. Pada kondisi karies gigi dengan kavitasi, lesi perlu dikontrol dengan perawatan invasif minimal seperti restorasi dental.

1.    Remineralisasi

Remineralisasi gigi lebih disarankan digunakan pada karies gigi yang hanya pada permukaan enamel. Berikut ini merupakan agen-agen yang dapat digunakan dalam terapi karies gigi tanpa kavitasi:

a.       Topikal Aplikasi Fluor

Fluoride memiliki peran dalam remineralisasi, di mana konsentrasi fluoride pada plak dan saliva akan meningkatkan pembentukan fluoroapatite, yang bersifat resisten terhadap asam. Hal ini kemudian dapat menghambat demineralisasi dan mempercepat remineralisasi. Fluoride memiliki banyak bentuk, seperti stannous fluoridesodium fluoride, dan sodium monofluorofosfat. Umumnya fluoride dapat ditemukan pada pasta gigi, gel, foam, obat kumur, dan varnish.

b.      Pit and fissure sealant

Pit and fissure sealant merupakan material berbahan resin yang sering digunakan untuk remineralisasi karies gigi. Melalui penutupan karies gigi dengan material ini, maka dapat mencegah pertumbuhan bakteri sisa makanan pada bagian ceruk dan fisura gigi.

2.    Restorasi Dental

Restorasi dental atau penambalan merupakan proses pencegahan perluasan karies dengan cara menambal struktur jaringan gigi yang hilang dengan bahan restorasi. Terapi ini lebih disarankan pada karies gigi yang mencapai lapisan enamel sampai dentin. Berikut ini merupakan beberapa bahan restorasi yang dapat digunakan:

a.    Resin Komposit

Resin komposit merupakan bahan restorasi dental yang paling sering digunakan. Bahan ini terdiri atas filler, monomer metakrilat, dan katalis, yang memiliki sediaan dalam bentuk pasta. Resin komposit memiliki keunggulan dalam warna yang menyerupai gigi sehingga estetika gigi pasien lebih terjaga.

b.    Glass Ionomer Cement

Penggunaan bahan restorasi glass ionomer lebih banyak digunakan pada anak-anak. Hal ini dikarenakan gigi susu pada anak tidak dapat dilakukan penambalan menggunakan resin komposit. Tidak seperti resin komposit, warna pada glass ionomer berwarna putih kekuningan. Oleh karena itu, bahan ini pada orang dewasa lebih banyak digunakan sebagai perawatan konservasi pada gigi yang tidak memerlukan estetika, terutama pada gigi belakang.

c.    Perawatan Saluran Akar

Karies gigi yang mencapai pulpa membutuhkan perawatan saluran akar. Perawatan saluran akar, atau dikenal juga sebagai terapi endodontik, merupakan tindakan untuk mengambil seluruh jaringan pulpa yang vital atau patologis dari rongga pulpa suatu gigi. Selanjutnya, rongga yang terbentuk diisi dengan material inert untuk mencegah infeksi. Dengan demikian, rongga dalam gigi akan terdesinfeksi, ekstraksi gigi tidak perlu dilakukan, dan gigi tetap dapat berfungsi, walau kehilangan vitalitasnya

Tindakan ini tidak dianjurkan pada kondisi berikut ini:

·         Destruksi jaringan periapikal yang luas, melebihi sepertiga panjang akar

·         Obstruksi saluran akar, misalnya akibat batu pulpa atau kalsifikasi saluran akar

·         Kondisi lain seperti resorpsi akar gigi luas, resorpsi interna, atau telah terjadi perforasi bifurkasi

d.    Ekstraksi Gigi

Ekstraksi gigi dilakukan pada karies gigi dengan kerusakan yang sangat parah dan sudah tidak dapat dilakukan restorasi. Ekstraksi gigi juga dilakukan pada gigi yang tidak dapat ditangani dengan perawatan saluran akar. Apabila pasien memiliki penyakit hipertensidiabetes mellitus, atau gangguan pembekuan darah, penyakit tersebut harus dipastikan terkontrol sebelum melakukan tindakan.

e.    Oral hygiene

Menjaga kebersihan mulut merupakan hal penting dalam menanggulangi karies gigi. Pasien dianjurkan untuk menyikat gigi secara rutin menggunakan pasta gigi mengandung fluoride. Tak hanya itu,  pasien dapat dianjurkan untuk membersihkan interdental dengan dental flossing maupun sikat interdental

f.     Perubahan Gaya Hidup

Konsumsi gula yang berlebihan akan memudahkan pertumbuhan bakteri kariogenik di dalam rongga mulut sehingga pasien disarankan untuk mengurangi konsumsi asupan makanan dan minuman manis atau karbohidrat yang dapat difermentasi seperti glukosa, fruktosa, maltosa, dan sukrosa.

Komentar